Dunia adalah siksaan baginya


 Dunia ini sungguh siksaan bagi mereka. Mereka para muslimah yang selalu berkeringat dibalik gamis dan khimarnya, demi mematuhi Allah yang memerintahkan mereka menjaga aurat hanya untuk suami mereka.

Apakah tersiksa karena gerahnya? Bukan. Gerahnya tubuh bukanlah apa-apa, diibandingnkan pedih nya hati yang dirasa. Bukan pakaian gerah yang membuat mereka pedih, namun pandangan mereka kepada para wanita yang secara gratis menjajakan penampilannya, di depan suami mereka. Kalut dan kacau perasaan para muslimah perindu jubah bidadari surga, pada saat menyaksikan mata suaminya yang melihat keindahan tubuh wanita lain. Terlebih bila dirinya sadar, bahwa tubuhnya tak seindah para pelacur itu. Rasa hati seperti disayat-sayat, namun tak pernah bisa mengeluarkan darah. Rasanya seperti tercekik tak bisa berteriak mengungkapkan kepedihannya, namun tak mati-mati. Semua yang dilihatnya itu, membuar rasa percaya diri muslimah sebenarnya hancur, meski berupaya membangunnya kembali. Rasa percaya diri yang kadang divonis sebagai rasa kufur, yang sebenarnya itu adalah reaksi otomatis, yang kalian para lelaki tidak akan pernah bisa merasakan. 

Sungguh nyata. Dunia ini siksaan bagi mereka, para wanita perindu gaun hijau penghuni surga.

Sepasang matanya ibarat digores dengan ujung silet yang tajam, saat melihat suami mereka menikmati pesona wanita lain, yang bahkan tidak lagi terpesona melihat istrinya sendiri yang memamerkan kemolekannya.

Sungguh pastisakit. Ingin menyudahi dunia untuk tidak merasakan keperihan inilagi, namunapadaya. Amal masih terlalu jauh untuk meraih bumi. Tak kan mungkin bermimpi meraih surga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita, Adilkan Dunia Dengan Bajumu

AKHI, ADILKAN DUNIA DENGAN MATAMU